Saturday, December 08, 2007

tak dapat menulis

Kali ini

Tak dapat kutulis

Tak dapat kugambarkan

Di mana aku seharusnya bersandar

Tak dapat kurangkaikan kata-kata itu

Tak ingin kutulis puisi

Sebab aku si ekspresif

Yang tak mampu menyembunyikan emosi

Dalam baris kalimat

Dalam runtutan huruf

Kali ini sulit sekali kuputuskan

Apa yang ingin kuketik

Ya Tuhan...tunjukkanlah yang terbaik untukku

Dalam setiap langkah..ku berdo’a pada-Mu

Sunday, October 21, 2007

Di mana aku berada?

Kubersyukur padaMu Tuhan

Telah membuka mataku

Akan hikmah dibalik itu semua

RahasiaMu tak dapat tertebak

Kesabaran membuahkan hasil

Keyakinan memantapkan hati

Kemana langkah kaki ini kan berjalan

Tak lagi ragu

Karena kutahu tujuanku

Petunjuk-Mu terlihat di sekeliling

Alam, udara, manusia

Terima kasih karena telah mempertemukanku dengan orang-orang itu

Orang-orang yang bersih hatinya...Amienn..

I’m coffe mania

Yup.. selain komputer, buku, CD, MP3, USB dan kacamata. Sahabatku di malam buta adalah Coffe!.. Really love it. Jika pagi ditemani teh, jika malam ditemani coffe.

Walah... parah sih.. kafein sih... tapi mau diapain lagi.. soalnya butuh sih!


Nb: Maaf yah bung calon ustadz..diriku bandel!...masih suka begadang hingga hari ini, meski sudah sering diingetin ama dikau kalu tubuh ini bisa rapuh karena itu semua. Hehehe..

Floe.. cepet lulus donk n balik ke jkt..kangen nih!..

Odhie...jangan siaran di bandung mulu!.. kapan nih jalan..loe kan dah janji abis umroh!

Ican... baru sebentar loe balik..kini pergi lagi..

Masak gue ama si resa mulu yang senantiasa berkhutbah...

Monday, September 24, 2007

Masih ingin menggapai

Jari-jari memainkan keyboard
Earphone tetap setia menemani
Tak beranjak dari kursi itu
Masih di depan layar monitor

Pemikiran, mimpi, dan ide
Bermain, menari, berlompatan
Berlomba-lomba menuntut padaku
Agar menjadi yang utama dalam tulis
Tak sekedar dalam alam ide

Seakan mereka berkata
“ Cepat tulis aku... jangan biarkan aku menguap”
yang lain berkata
“Aku dulu... jangan lupa...jangan sampai aku hilang.”

Secepatnya kutuangkan dalam bentuk tulisan
Sebab manusia dalam keterbatasannya
Sering terlupa

Tiba-tiba aku terhenyak
Berhenti seketika...
Melihat ke atas
Melihat langit-langit rumah

Saat visi hidup yang sempat terlupakan itu tiba-tiba kuingat
Seakan berkata
“Ingatkah kamu akan aku? Aku yang kamu impikan jauh sebelum mereka. Masihkah aku ada dalam dirimu? ”

Aku pun berdo’a
Berharap Tuhan
Mewujudkan impianku,
mimpi-mimpi itu

Melewati tantangan
berharap keikhlasan
selalu ada dalam diriku.

Di malam hening itu..
Engkau terasa begitu dekat...
Google