Jangan melihatku seperti itu
Bukan sesuatu yang berarti
Bukan sesuatu yang hebat
Dalam kelebihanku tersimpan kelemahanku
Aku.. juga pernah merasakan hal yang sama
Laiknya manusia yang lain
Jangan melihatku seperti itu
Bukan sesuatu yang berarti
Bukan sesuatu yang hebat
Dalam kelebihanku tersimpan kelemahanku
Aku.. juga pernah merasakan hal yang sama
Laiknya manusia yang lain
Kali ini
Tak dapat kutulis
Tak dapat kugambarkan
Di mana aku seharusnya bersandar
Tak dapat kurangkaikan kata-kata itu
Tak ingin kutulis puisi
Sebab aku si ekspresif
Yang tak mampu menyembunyikan emosi
Dalam baris kalimat
Dalam runtutan huruf
Kali ini sulit sekali kuputuskan
Apa yang ingin kuketik
Ya Tuhan...tunjukkanlah yang terbaik untukku
Dalam setiap langkah..ku berdo’a pada-Mu
Di mana aku berada?
Kubersyukur padaMu Tuhan
Telah membuka mataku
Akan hikmah dibalik itu semua
RahasiaMu tak dapat tertebak
Kesabaran membuahkan hasil
Keyakinan memantapkan hati
Kemana langkah kaki ini kan berjalan
Tak lagi ragu
Karena kutahu tujuanku
Petunjuk-Mu terlihat di sekeliling
Alam, udara, manusia
Terima kasih karena telah mempertemukanku dengan orang-orang itu
Orang-orang yang bersih hatinya...Amienn..
Walah... parah sih.. kafein sih... tapi mau diapain lagi.. soalnya butuh sih!
Nb: Maaf yah bung calon ustadz..diriku bandel!...masih suka begadang hingga hari ini, meski sudah sering diingetin ama dikau kalu tubuh ini bisa rapuh karena itu semua. Hehehe..
Floe.. cepet lulus donk n balik ke jkt..kangen nih!..
Odhie...jangan siaran di bandung mulu!.. kapan nih jalan..loe kan dah janji abis umroh!
Ican... baru sebentar loe balik..kini pergi lagi..
Masak gue ama si resa mulu yang senantiasa berkhutbah...