Sunday, April 13, 2008

kembali menjadi formal

Terpisah oleh profesionalitas

Dan bertemu kembali dalam profesionalitas


Gap yang ada diantara kami selama ini..

Secara disadari atau tidak

Menghilangkan sisi ‘indah’ dari kami


Dalam bahasa formal yang kaku

Kami kembali bertemu


Dan aku pun telah melupakan

Sisi lain dari dirimu yang dulu kukenal

Indah bukan berarti...

Saat meninggalkan

Sesuatu yang indah


Dalam tubuh ini terasa sesak

Jika kembali mengingatnya


Konsekuensi

Dari tindakan

Dari keputusan

Untuk mengalah

Menekan ego


Dan kini

Hanya bahasa formal

Yang menghiasi kami…

perubahan yang membuat kecewa

Kala menyadari…ia telah berubah

Kukecewa…sungguh kecewa

Tak lagi kumiliki sahabat yang dahulu kukenal

Sebab ia berubah…kenyataan yang merubahnya…


Berharap..ia kembali menjadi dirinya sendiri


Nb: jika yang merasa ngebaca…kuharap dirimu bisa kembali menjadi diri sendiri.. bukankah kamu sendiri yang pernah mengatakan hal itu.. Kata siapa nggak bisa menjadi diri sendiri di ‘lingkungan’ yang kompetitif…sampai kapan akan hidup dalam kepura-puraan? Bukankah dirimu yang pernah menekankan hal ini?

Dan 1 hal yang amat membuatku kecewa… mengapa kau kini menyarankan aku tuk mengikuti ‘arus’…Saat kau katakan hal itu..saat itu kusadari… aku telah kehilangan seorang ‘sahabat’ yang dulu sangat kukenal…

Jam pasir

Kulihat butiran pasir

Sedemikian cepat melaju

Ketika kubalikkan jam pasir itu…


Begitupun manusia

Yang seringkali

Terlena oleh waktu


Dalam zona nyaman

Kreativitas dimatikan…


Saat menyadari khilaf yang telah dibuat

Semua itu telah ditinggalkan

Di belakang…termakan oleh waktu…


‘Dan manusia itu sebenarnya merugi kecuali…’

Google