Monday, May 31, 2010

Manusia belajar dari lingkungannya
begitu teorinya dalam pembelajaran..

Sistem dan lingkungan akan mengikatnya
dan jika tidak sesuai dengan jiwanya...ia akan berontak
dan tersingkirkan..

Atau..sang minoritas itu..
akan terpengaruh dan berubah karena lingkungan itu...

Kini tinggal kita pilih jalan hidup kita masing-masing..
Rezeki manusia dari Tuhan..
Kenyamanan bukan segalanya..
Seketika Tuhan bisa mencabutnya..

Tuesday, May 18, 2010

Sore itu...
hati kecil itu berkata...
'Hanya Engkau yang Paling Tahu aku dan diriku, Tuhan... maka tunjukkanlah jalan itu'
Dalam keikhlasan...Tiba-tiba Kau menunjukkan jalan itu...
Dalam kesunyian perjalanan ku merenung...
saat tiba di suatu tempat...

Langkah kaki bergerak menuju toko buku
mencari buku yang sedari beberapa hari ini sering terlihat mata olehku
Ternyata masih tersisa beberapa buku...

Kemudian kubertemu dengannya
salah satu teman yang diutus Tuhan untuk membantu langkahku

Seketika paradigma berpikirku terbuka...
Energi positif mengalirkan pikiran yang jernih
berpikir 'di luar kotak'
melepaskan belenggu-belenggu yang dikhawatirkan
dengan lantang aku berkata di hadapannya
'Tak ada salahnya dicoba...meski waktu yang tersisa amat sempit..
berhasil atau tidak urusan belakangan'

Toh tiap orang punya jalan hidup masing-masing...
Perbedaan antara orang sukses dengan yang lainnya..
Mereka bekerja lebih keras dengan cerdas
Mereka menemukan 'passion' dan teguh untuk mencapai itu..
Berani konsisten dan mengikuti suara hati
Menghindari zona nyaman
Berusaha mewujudkan mimpi-mimpinya dengan sungguh-sungguh
dengan Iman, Ilmu, Amal....

Dalam peta hidupku 6 tahun yang lalu telah kugariskan suatu makna
yang ingin kucapai...sangat! Meski butuh pengorbanan!
Kini..sudah tidak ada alasan lagi untuk menunda...!

Hidup adalah pilihan bukan?
Dan pilihanku adalah mengikuti suara hati
dan menjadi diriku apa adanya!

Nb: 2 minggu ini, menentukan berhasil/tidaknya aku menuju esensi dari diriku sendiri...aku kini tak peduli hasil..yang penting berusaha

Sunday, April 18, 2010

jangan diamkan aku

Caci aku...
teriaki aku...
jika ku salah, sahabat....

Tapi jangan kau diamkan aku...
itu sangat menyakitkan...
membuatku bertanya-tanya dengan sikap misteriusmu...
membuatku berpikir
bertanya-tanya apa yang kau pikirkan tentangku

Komunikasikan...
sebab aku tak bisa menebak pikiranmu...

kau bilang aku egois..
kau bilang aku tak menemukan jati diriku...
kau bilang aku berpanggung..
untuk apa?

kalau memang itu niatku sedari awal...
untuk apa aku bermimpi..
untuk apa aku menceritakan banyak hal padamu?
mimpi-mimpiku, harapanku, etc...

Aku memang tak sedewasa dikau
tak secerdas dikau
tak memiliki pikiran sedalam dikau...

tapi aku bergerak..sedikit demi sedikit..
menuju arah mimpi-mimpiku...
meski kini akhirnya
kau sendiri yang tidak mempercayaiku
dan meninggalkanku...

sampai kapan kau diamkan aku?
sampai kapan?...
sengajakah kau membuatku tersiksa
dengan bisumu itu?
bersama itu indah

seandainya masih bisa bersama...
seandainya kapal itu masih memiliki nakhoda
seandainya..

tapi kini kapal itu tlah karam...
para awak memilih jalannya masing-masing
begitupun aku..yang tak lagi melihat masa lalu...

melanjutkan hidup...
itu adalah pilihan..
dan kini tak ada lagi keluhan...
tak ada lagi mengemis untuk meminta...

pada manusia di muka bumi ini...
mapun facebook yang hanya sebuah alat...

hanya Tuhan yang paling tahu
hati hamba-Nya...

dan kuingin kebersamaan itu kembali...
harapan itu ada..meski sedikit..

Google